Siaran Pers
Siaran Pers: Kegiatan Peresmian EA Rumah Bibit Mangrove : Di Hari Mangrove Sedunia, PLN EPI Hadirkan Teknologi IoT untuk Tingkatkan Keberhasilan Pembibitan Mangrove di Desa Bunton
Penulis : Maulana S.
Cilacap, 28 Juli 2026 – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meresmikan Program Electrifying Agriculture di Rumah Bibit Mangrove Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, bertepatan dengan Hari Internasional untuk Konservasi Ekosistem Mangrove. Program ini menghadirkan teknologi Internet of Things (IoT) yang mengotomatisasi sistem pengairan pembibitan dengan mengadopsi pola pasang surut alami sungai. Teknologi tersebut diharapkan meningkatkan keberhasilan hidup bibit mangrove sekaligus mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir.
Program ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN EPI dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Melalui sistem IoT, proses pengairan dapat dikendalikan secara otomatis dan dipantau dari jarak jauh menggunakan smartphone, sehingga pembibitan menjadi lebih efisien dan menghasilkan bibit yang lebih adaptif terhadap habitat alaminya.
Camat Adipala mengapresiasi dukungan PLN EPI dan berharap inovasi tersebut tidak hanya memperkuat konservasi mangrove, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui produk olahan mangrove. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap mengingatkan pentingnya mangrove sebagai penyerap karbon, pelindung pantai dari abrasi dan gelombang pasang, serta benteng alami terhadap ancaman tsunami. Kabupaten Cilacap sendiri memiliki sekitar 9.307 hektare kawasan mangrove dengan lebih dari 50 jenis mangrove.
Rumah Bibit Mangrove Desa Bunton yang dibangun pada Desember 2025 memiliki kapasitas produksi hingga 25.000 bibit per siklus. Pada siklus pembibitan pertama, sekitar 4.000 dari 10.000 propagul mengalami kematian akibat sistem pengairan yang belum optimal. Pengalaman tersebut mendorong penerapan teknologi IoT untuk mengatur siklus pasang surut secara otomatis serta proses adaptasi salinitas bibit secara bertahap.
Dengan inovasi tersebut, kelompok pengelola menargetkan penyemaian kembali 10.000 propagul mangrove dan menekan tingkat kematian bibit dari sekitar 40 persen menjadi hanya 5–10 persen. Sebelumnya, rumah bibit telah menghasilkan 4.000 bibit yang ditanam di kawasan Sungai Tipar dan 2.000 bibit untuk rehabilitasi kawasan Bogemanjir.
Rumah bibit mangrove menjadi bagian penting dalam upaya konservasi yang berkelanjutan. Konservasi mangrove tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi membutuhkan proses pembibitan, perawatan, dan pengelolaan yang baik agar mangrove dapat tumbuh optimal. Mangrove yang sehat tidak hanya memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga menjadi benteng alami dalam mengurangi risiko bencana bagi masyarakat pesisir.
#PLNEPI #PLNPeduli #InterdevGroup #HariMangroveSedunia #EnvironmentalSustainability