Siaran Pers
Siaran Pers: Interdev Group dan Universitas Paramadina Dorong Penguatan Komunikasi ESG dan CSR untuk Membangun Kepercayaan Publik dan Keberlanjutan Perusahaan
Penulis : Maulana S.
Jakarta, 8 Juli 2026 – Interdev Group bekerja sama dengan Universitas Paramadina sukses menyelenggarakan Webinar Nasional "Komunikasi Krisis, ESG & CSR: Strategi Membangun Kepercayaan dan Keberlanjutan Perusahaan". Kegiatan yang dilaksanakan secara daring menjadi ruang diskusi bagi akademisi, praktisi, dan konsultan untuk membahas pentingnya strategi komunikasi dalam mendukung implementasi Environmental, Social and Governance (ESG), dan Corporate Social Responsibility (CSR), serta pengelolaan komunikasi krisis di tengah meningkatnya tuntutan transparansi publik dan investasi berkelanjutan.
Webinar menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi, keberlanjutan, dan sektor energi, yaitu Dr. Rini Sudarmanti (Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina), Mamit Setiawan (Corporate Secretary PLN Energi Primer Indonesia), dan Asep Efendi S.Si., M.I.Kom (Direktur Program Interdev Group). Acara dipandu oleh Dadan Firdaus sebagai moderator dan dibuka oleh Juni Alvia Husairi Ph.D. dari Universitas Paramadina.
Dalam paparannya, Dr. Rini Sudarmanti menjelaskan bahwa paradigma CSR telah berkembang menjadi ESG yang menuntut perusahaan tidak hanya menjalankan program sosial, tetapi juga mampu menunjukkan dampak yang terukur, transparan, dan dapat diverifikasi. Ia menyoroti meningkatnya risiko greenwashing dan bahkan trust-washing, yaitu kondisi ketika publik tidak lagi mempercayai klaim keberlanjutan perusahaan akibat ketidaksesuaian antara narasi dan praktik nyata. Menurutnya, komunikasi keberlanjutan harus dibangun di atas data, akuntabilitas, dan keterbukaan agar mampu menjaga legitimasi perusahaan di mata publik.
Sementara itu, Mamit Setiawan membagikan pengalaman mengenai strategi komunikasi dalam mendukung agenda transisi energi nasional dengan program GASKITA dan SINEMA. Ia menekankan bahwa komunikasi yang efektif merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman publik terhadap program transisi energi, menjaga hubungan dengan pemangku kepentingan, salah satunya media berita dari berbagai tingkatan media, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Pengalaman implementasi komunikasi pada sektor energi dengan menggunakan metode ROSTIR dan AMEC menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kualitas pelaksanaan, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan mengelola informasi secara terbuka, konsisten, dan responsif terhadap dinamika publik, serta dapat diukur dampaknya secara tepat.
Pada sesi berikutnya, Asep Efendi S.Si., M.I.Kom, Direktur Program Interdev Group, menegaskan bahwa komunikasi keberlanjutan bukan lagi sekadar aktivitas publikasi, melainkan bagian dari strategi bisnis perusahaan. Menurutnya, perusahaan perlu mengintegrasikan komunikasi ESG dan CSR ke dalam proses bisnis melalui pendekatan ROSTIR (Research, Objectives, Strategy, Tactics, Implementation, Report & Evaluation) sehingga setiap pesan yang disampaikan memiliki dasar riset, tujuan yang jelas, strategi yang tepat, implementasi yang terukur, serta evaluasi yang berkelanjutan. Selain itu, ia juga menyampaikan pemanfaatan model PESO (Paid, Earned, Shared, Owned Media) sebagai strategi dan taktik komunikasi yang efektif untuk menjangkau berbagai kelompok pemangku kepentingan sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing melalui berbagai media yang relevan.
Dalam diskusi juga ditegaskan bahwa komunikasi ESG yang kredibel harus didukung oleh sistem pelaporan yang mengacu pada standar internasional seperti Global Reporting Initiative (GRI), IFRS Sustainability Disclosure Standards (IFRS S1 dan S2), SASB, serta mekanisme assurance independen. Transparansi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan investor, regulator, masyarakat, maupun lembaga pemeringkat ESG. Para narasumber sepakat bahwa komunikasi keberlanjutan yang hanya mengedepankan narasi tanpa dukungan data berpotensi memicu krisis reputasi yang jauh lebih besar dibandingkan manfaat yang ingin dibangun.
Antusiasme peserta terhadap webinar ini cukup tinggi. Berdasarkan laporan penyelenggara, sebanyak 90 peserta melakukan pendaftaran, dengan 64 peserta hadir selama pelaksanaan webinar dan 36 peserta mengisi evaluasi kegiatan. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, didominasi kalangan akademisi, industri migas, konsultan, dan manufaktur, serta berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kanal komunikasi yang paling efektif dalam menjangkau peserta adalah WhatsApp dan jaringan relasi profesional.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memberikan apresiasi yang sangat positif terhadap kualitas materi dan penyampaian narasumber. Mayoritas peserta menilai webinar mampu memberikan perspektif baru mengenai komunikasi krisis, ESG, dan CSR yang aplikatif. Di sisi lain, peserta juga mengusulkan agar webinar lanjutan membahas secara lebih mendalam mengenai implementasi ESG di perusahaan, tata kelola (governance), stakeholder engagement, manajemen risiko, pengukuran kinerja ESG, serta studi kasus implementasi di berbagai sektor industri. Topik yang paling diminati untuk kegiatan berikutnya adalah Strategi ESG, Crisis Communication, dan Conflict Management.
Melalui penyelenggaraan webinar ini, Interdev Group bersama Universitas Paramadina berharap dapat terus berpartisipasi mendorong peningkatan kapasitas akademisi, praktisi, dan pelaku industri dalam mengintegrasikan komunikasi strategis ke dalam implementasi ESG, CSR, dan manajemen krisis. Di tengah meningkatnya ekspektasi pemangku kepentingan terhadap transparansi dan akuntabilitas perusahaan, komunikasi tidak lagi dipandang sebagai fungsi pendukung, melainkan sebagai bagian integral dari tata kelola dan strategi keberlanjutan. Ke depan, Interdev Group berkomitmen untuk terus menghadirkan forum-forum pembelajaran yang relevan, berbasis praktik terbaik, serta menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik, industri, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan terpercaya.
#ESG #CSR #InterdevGroup #UniversitasParamadina #StakeholderEngagement